Matahari kembali pergi
Hanya gelap gulita yang tersisa
Walau rengkuhan tak akan terlepas
Tapi landasan hancur lebur seiring dengan waktu berlalu
Ku lamjutkan langkah tegakkan kepala
Ku teruskan sandiwara
Ku mainkan semua peran yang aku mau...
Wanita angkuh tak tahu malu
Gadis lugu pengumpul ilmu
Bahkan...
Perempuan hina yang tak peka
Atau kadang
Perempuan sicu pelantun ayat cinta
Dan mungkin...
Gadis manja pencari cinta
Semua ku lakukan
Ku turuti walau pada akhir sakit hati
Air jatuh menitik...
Ku turuti semua keinginan sutradaea
Meski tak ku pahami siapa jiwa pengatur itu...
Menunut yang tak patut
Pamrih terhadap apa yang ia beri
Ia pergi, berlari, mencuri jiwa kecil bak kemiri
Kadang romansa jadi pilihannya
Walau tak jarang tragedi menantangnya
Tapi komedi tetap nomor satu dihatinya
Semua yang dia mau
Semuanya pula ku turuti
Apapun yang ia mau ku kerjakan
Tertawa
Menangis
Tersenyum
Bahkan berteriak tak karuan seperti orang gila
Tapi...
Disela-sela lakon itu aku berpikir...
Siapa sutradara gila itu/
Mengapa ku lakukan semua yang ia mau?
Apakah... bayang hitam berselimut api?
Atau mungkin...
Pemilik jiwa nan kaya raya?
Jika iya... mengapa ia tega?
Ku lakukan semua peran
Sampai ku tak tahu mana jiwaku
Ku cari jiwa itu...
Tapi apa yang ku dapat?!
Meski ku hanya aktris gadungan...
Tapi aku juga anak cucu adam...
Bukankah aku punya pilihan?
*dengan segala revisi*
17 Desember 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar