Sabtu, 16 November 2013

Puisi Empat Pilar

Tadaaaaa. Naskah lomba puisi empat pilar negara nih.... sudah lama lombanya. Dan kalah hehe. Subhanallah banget yang datang waktu ituuu. Ada dua naskahnya nih... Ini yang pertama...

Indonesiaku

Ini kisah negeri nan indah
Jutaan jiwa mengukir sejarah
Alam pemurah kekayaan melimpah
Sumber budaya
Warisan dunia

Indonesiaku...
Hamparan bunga aneka warna
Keindahan dan keelokan negeri kayangan
Wangi merekah
Memanjakan mata
Penyejuk jiwa
Hebatnya... Ini ada di didunia...
Dunia nyata
Anugrah Sang Pencipta

Negeri Indonesia
Negeri impian pendiri bangsa
Bahkan  nyawa berani ditaruhkan
Hingga Pancasila rela dibuat-Nya
Lima butir dasar negara
Penunjuk angan dan harapan
Bukan sekedar pajangan dalam pigura

Masyarakatnya ratusan hingga jutaan
Suku bahasa ratusan menarik perhatian
Bagai lukisan panorana seniman
Tercipta dengan berbagai bahan
Demi satu tujuan
Itulah...
Bhineka Tunggal Ika

Ibuku bilang...
Indonesia negeri budi pekerti
Kemanusiaan dijunjung tinggi
Persatuan dilindungi
Musyawarah selalu dijalani
Keadilan... Jadi makanan sehari-hari...
Tapi... itu kata beliau
Yang hidup dimasa lampau...

Guruku bilang...
Indonesia negara agamis...
Meski banyak manusia nan bengis...
Indonesia tetap agamis...
Walau tak jarang kebenaran ditangkis...

Ayahku bilang...
Indonesia bukan negara gemilang
Cahayanya hilang ditelan bintang
Konstitusi nan cemerlang...
Kadang enggan dilaksanakan...
Katanya...
Biarkanlah ombak pecah ditengah lautan
Dari pada harus menghadang karang
Dan menerjang daratan
Lalu ku bilang...
Bukankah ombak akan selalu menghadang keduanya?

Tapi...
Suatu hal yang kami bersama ingini...
Kerukunan dan persatuan yang kami idami
Cukup melihat dan mengerti
Ku yakin kita akan pahami

Negeri kami...
Jiwa kami...
Indonesia...
Walau jiwa akan selalu teruji
Daya juang tak akan mati...
Meski ketakutan tak henti menghantui
Keberanian tak akan kalah disaingi...
Walau kenyataan akan terus menyakiti...
Tapi kami
Pemuda pemudi...
Tak akan diam lalu pergi...

Kami penerus bangsa
Akan melawan perpecahan
Kami pemimpin masa depan
akan meluluhlantahkan ketidakadilan
Yang kami ingini...
Indonesia menjadi murni
Yang kami idami...
Indonesia menjadi bangsa yang hakiki...

*dengan segala revisi*

Hidup mahasiswa!!! *sudah jadi mahasiswa*

Ini yang kedua...

Siluet Damba Pemilik Bangsa

Kepulauan itu berpijar
Tak henti memancarkan cahaya keanekaragaman
Hatiku bergetar
Takjub akan karya Sang Maha Pencipta

Pijakan kokoh dibangun disana
Setelah ribuan tangan berpegang bambu runcing
Hingga kaki-kaki terseok, tertatih...
Tubuh terkulai penuh darah
Mereka terus berlari
Mencari dan mencipta lima sila kebangsaan bangsa dan sekutunya

Surga dunia berselimut persatuan
Berpegang teguh pada tiang kerukunan
Namun..
Pilar itu mulai rapuh, retak, tak terawat
Roboh diterjang angin kerusakan
Hancur ditempa badai kerakusan anak cucu adam
Tangan-tangan kotor tak henti menodai ibu oertiwi
Kaki penguasa berpijak menindas
Mulut kecil tak henti menyuap yang bukan hak
Tega menipu, membunuh...
Berpihak pada arus semu berujung pilu
Menghamburkan siluet dambaan bangsa

Pemilik damba resah
Menitikkan air mata
Tak mampu hentikan pencemaran nilai paham
Siluet damba kusam, usang, tak lagi terjamah
Melebur bersama asap-asap kebebasan tanpa tanggung jawab

Sebelum siluet itu lenyap
Mari...
Bangkitkan cakrawala dari jurang kedangkalan
Lenyapkan intervensi luar pelebur bangsa
Junjung tinggi keindahan kebenaran

Mari...
Bentangkan tangan menyambur persatuan
Buka mata hati
Jangan biarkan tak terketuk
Berkorban
Berlari
Menggapai bintang jauh diangkasa
Jangan biarkan siluet damba punah
Pergi jauh tak tentu arah

*dengan segala revisi*

Selesai! Gitulah puisi aneh huhuhu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar